kunjungan

Arsip Blog

Minggu, 22 Januari 2012

Kajian Teori Perkembangan Psikologi

Teori Humanisme
Beberapa psikolog pada waktu yang sama tidak menyukai uraian aliran psikodinamika dan behaviouristik tentang kepribadian. Mereka merasa bahwa teori-teori ini mengabaikan kualitas yang menjadikan manusia itu berbeda dari binatang, seperti misalnya mengupayakan dengan keras untuk menguasai diri dan merealisasi diri. Di tahun 1950-an, beberapa psikolog aliran ini mendirikan sekolah psikologi yang disebut dengan humanisme.
Psikolog humanistik mencoba untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka. Mereka cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat alamiah manusia. Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional untuk dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Sebagai pemberian motivasi dan membantu siswa untuk mengembangkan dirinya dalam menempuh pendidikan di sekolah.
Pengertian Humanistik
Humanisme lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Pendekatan ini melihat kejadian yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. Kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanisme biasanya memfokuskan pengajarannya pada pembangunan kemampuan positif ini. Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif. Emosi adalah karakterisitik yang sangat kuat yang nampak dari para pendidik beraliran humanisme.
Stresor Psikososial


Stresor psikososial adalah setiap keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang (anak, remaja, atau dewasa); sehingga orang itu terpaksa mengadakan adaptasi atau menanggulangi stresor yang timbul. Namun, tidak semua mampu mengadakan adaptasi dan mampu menanggulanginya, sehingga timbulah kelluhan-keluhan kejiwaan, antara lain depresi.

Teori Behaviorisme
Mazhab behavioris yang diperkenalkan oleh Ivan Pavlov dan dikembangkan oleh Thorndike dan Skinner, berpendapat bahawa pembelajaran adalah berkaitan dengan perubahan tingkah laku. Teori pembelajaran mereka kebanyakannya dihasilkan daripada ujian dan juga pemerhatian yang dilakukan ke atas haiwan seperti anjing, tikus, kucing dan burung di dalam makmal. Mereka menumpukan ujian kepada perhubungan antara ‘rangsangan’ dan ‘gerakbalas’ yang menghasilkan perubahan tingkahlaku. Secara umumnya teori behavioris menyatakan bahawa pengajaran dan pembelajaran akan mempengaruhi segala perbuatan atau tingkah laku pelajar sama ada baik atau sebaliknya. Teori ini juga menjelaskan bahawa tingkah laku pelajar boleh diperhatikan, dikawal dan diramal
Aplikasi dalam pendidikan:
a. Mementingkan pengaruh lingkungan
b. Mementingkan bagian-bagian
c. Mementingkan peranan reaksi
d. Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon
e. Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya
f. Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan
Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan


Teori Perkembangan Kognitif

Ahli psikologi Eropah telah lama mengenal pasti asas pembentukan mental dan hubungannya dengan perkembangan kognitif manusia. Mereka menyarankan bahawa minda memainkan peranan penting dalam aspek perkembangan yang dilalui oleh manusia.
Piaget mengatakan tiap-tiap kanak-kanak mempunyai corak perkembangan mereka yang bersendirian. Dengan sebab itu, kanak-kanak yang di dalam sesuatu darjah itu bukan sahaja berlainan peringkat kebolehan mereka tetapi juga berlainan kecepatan perkembangan kognitif mereka. Piaget berpendapat bahawa perkembangan kognitif itu berlaku dengan berperingkatperingkat
dan peringkat yang lebih awal adalah mustahak bagi perkembangan peringkatperingkat yang berikutnya kerana peringkat-peringkat yang lebih awal itu menjadi asas bagi perkembangkan yang berikutnya.
Tahap-Tahap Perkembangan Mental
Piaget mendapati kemampuan mental manusia muncul di tahap tertentu dalam proses
perkembangan yang dilalui. Beliau telah membahagikan perkembangan kognitif kepada empat
tahap mengikut urutan umur. Tahap-tahap perkembangan itu ialah :
1) Tahap Sensori Motor atau deria motor ( sejak dilahirkan - 2 tahun )
2) Tahap Pra Operasi ( 2 tahun - 7 tahun )
3) Tahap Operasi Konkrit ( 7 tahun - 11 tahun )
4) Tahap Operasi Formal ( 11 tahun - 15 tahun )


Psiko Analisis

Dalam teori psikoanalitik, struktur kepribadian manusia itu terdiri dari id, ego dan superego. Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”. Ego adalah bagiankepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luaruntuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongandoronganid agar tidak melanggar nilai-nilai superego. Superego adalah bagian moral darikepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah-benar,boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.
Id bagian tertua dari aparatur mental dan merupakan komponen terpenting sepanjang hidup. Id dan instink-instink lainnya mencerminkan tujuan sejati kehidupan organisme individual. Jadi id merupakan pihak dominan dalam kemitraan struktur kepribadian manusia.
Cara kerja masing-masing struktur dalam pembentukan kepribadian adalah:
(1) apabilarasa id-nya menguasai sebahagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan bertindak
primitif, implusif dan agresif dan ia akan mengumbar impuls-impuls primitifnya,
(2)apabila rasa ego-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya
bertindak dengan cara-cara yang realistik, logis, dan rasional, dan
(3) apabila rasa superego-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan bertindak padahal-hal yang bersifat moralitas, mengejar hal-hal yang sempurna yang kadang-kadang irrasional.
Super Ego juga terdiri dari : kata hati (nurani) & ego ideal. Fungsi utama: 1) pengendali id, 2) mengarahkan ego pada tujuan yang yang sesuai dengan moral ketimbang kenyataan, 3) mendorong individu ke arah kesempurnaan.

Mortensen (Yusuf Gunawan, 2001) membagi fungsi bimbingan kepada tiga yaitu: (1) memahami individu (understanding-individu), (2) preventif dan pengembangan individual, dan (3) membantu individu untuk menyempurnakannya. Memahami individu. Seorang guru dan pembimbing dapat memberikan bantuan yang efektif jika mereka dapat memahami dan mengerti persoalan, sifat, kebutuhan, minat, dan kemampuan anak didiknya. Karena itu bimbingan yang efektif menuntut secara mutlak pemahaman diri anak secara keseluruhan.

Konstruksi social

Mazhab sosial pula menyarankan teori pembelajaran dengan menggabungkan teori mazhab behavioris bersama dengan mazhab kognitif. Teori ini juga dikenali sebagai .Teori Perlakuan Model. Albert Bandura, seorang tokoh mazhab sosial ini menyatakan bahawa proses pembelajaran akan dapat dilaksanakan dengan lebih berkesan dengan menggunakan pendekatan ‘permodelan’. Beliau menjelaskan lagi bahawa aspek pemerhatian pelajar terhadap apa yang disampaikan atau dilakukan oleh guru dan juga aspek peniruan oleh pelajar akan dapat memberikan kesan yang optimum kepada kefahaman pelajar.



Sumber:
http://kapanjadibeda.files.wordpress.com/2010/08/teori-perkembangan-kognitif-piaget.pdf
http://data.tp.ac.id/dokumen/teori+psikoanalisis
wardalisa.staff.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar